Minggu, 31 Mei 2009

RENANG PERTAMA THATA

Setelah sekian lama mau ngajak Thata berenang, baru hari ini kamis 21 May`09 akhirnya terwujud juga. Padahal kolam renang Ceria – Depok ada di Area komplek rumah, hehe… dasar kalau sudah yang namanya males, semua kalah dech.

Sekarang Thata berumur 11 bulan, awalnya sich Bunda n Ayah seneng banget akhirnya jadi ngajak Thata berenang. Tapi waktu di kolam renang agak takut juga, takut Thata ngga mau nyebur. Dengan takut-takut Ayahnya bawa Thata nyebur, ternyata bener Thata takut. Thata peluk Ayah sekuat tenaga, Ayahnya tetap bawa Thata ke tengah kolam sambil memberi pengertian bahwa Thata tidak usah takut karna ada Ayah yang jagain Thata. Lama-lama pelukan Thata ke Ayahnya merenggang dan dia sudah mau main air pake tangannya. Senangnya… akhirnya Thata bisa di ajak berenang.

Setelah Thata sudah merasa nyaman di kolam renang, baru dech Thata di ajak berenang pake balon. Seneng banget lihat Thata main di kolam, dia meluncur sendiri dengan balonnya dikolam arus. Renang pertama Thata memang pengalaman yang seru. Karna Thata baru pertama kali berenang jadi ngga langsung di ceburin sampai kepala, Cuma sampai dada supaya Thata ngga trauma di renang pertamanya. Dan lama berenang juga hanya 30 menit. Kami usahakan agar Thata mengenal dulu kolam renang dan menjaga sebaik mungkin supaya Thata tidak trauma di kolam renang.

Sebagai informasi bagi temen-temen yang ingin renang di kolam renang Ceria – Depok, harga tiket sekarang Rp 20.000,-. Di dalamnya ada waterpark kecil dan kolam arus.

Sabtu, 14 Februari 2009

Pilih anak tercinta atau suami yang sakit…..??

Weekend ini bencana besar buatku. Suami tercinta sakit. Meski cuma flu ringan, tapi efeknya luar biasa.
Gadis kecilku, Thata, jadi ketularan, ikut-ikutan pilek. Duh, jadi kasian deh. Apalagi seumuran dia, 8 bulan, masih belum bisa buang ingus sendiri.
Thata jadi rewel, tidur gak nyenyak, pengennya dipeluk terus.

Yang lebih mengkhawatirkan, dia maunya digendong Ayahnya terus. Padahal “penyebar virus flu” adalah Ayahnya.

Wah, gawat niy, pikirku. Akhirnya dengan terpaksa, aku usir suamiku untuk sebisa mungkin jauh dari Thata. Dan malam ini, dia harus tidur diluar kamar. Ya, kami yang setiap malam tidur bertiga, harus rela tidur terpisah sementara. Sampai keduanya sembuh.

Jadi kalau boleh memilih, pilih mana ya : anak yang sakit atau suami yang sakit?

Duhh…..cepet pada sembuh dong…… :(

Minggu, 08 Februari 2009

Untung rugi satu kantor dengan suami…..??

Buat sebagian orang, mungkin satu kantor dengan suami tercinta adalah sebuah keanehan. Apalagi di Indonesia banyak perusahaan yang memilki peraturan tidak diperkenankan suami istri dalam satu perusahaan. Jika ada karyawan satu kantor yang kemudian menikah, maka salah satunya diperkenankan untuk pindah ke perusahaan lain. Tentu dengan kompensasi tertentu.

Tapi buat kami, hal tersebut tidak berlaku. Sejak berkomitmen untuk menikah, kami sudah menyampaikan rencana pernikahan kami ke HRD dan Direktur kami.

Dan ternyata menurut beliau, di perusahaan ini belum ada peraturan mengenai larangan suami istri satu perusahaan.

Atasan kami hanya berkata : “Yang dilarang di perusahaan ini adalah menikah dengan cewek satu kantor”

“Maksud Bapak?”

“Maksudnya, pacar kamu itu gak boleh kawin ama kamu, Bu Desi, Bu Irma, Dela, Indah, dan cewek-cewek lain di kantor ini SEKALIGUS. Kalau ama kamu seorang siy boleh aja…..”

“Ya iyalah……………”

Dan akhirnya kami pun menikah. 1 September 2007.

Setelah cuti dan honeymoon selama hampir 2 minggu, akhirnya kami dengan berat hati harus sudah masuk kerja kembali.

“Ugh……aku masih pengen bulan madu lagi niy, Bebe…… Bila perlu seratus tahun lagi…..”

Minggu pertama masuk kerja, sudah begitu banyak hal-hal menggelikan yang kadang membuat aku merasa malu juga.

“Gimana rasanya kawin? Pasti nyesel dong? Nyesel gak dari dulu!”

“Eh, udah “isi” belum?”

“Pake test pack ini deh…kali aja loe udah hamil”

Uff…! Baru juga married 2 minggu…udah ditanyain hamil atau belum….
Capek deh…..

Dan sampai sekarang, setelah menjalani lebih dari satu tahun sejak kami menikah, begitu banyak komentar, kejadian, atau moment yang membuat aku berpikir “alangkah beruntungnya kami”.

Satu kantor dengan suami membuat kami bisa :
- Hemat biaya transportasi, tidak perlu antar atau jemput ke lokasi yang berbeda.
- Kalau kangen, lebih cepat terobati, tinggal turun deh ke lantai 2……
- Makan siang bareng tiap hari……
- Kalau ada masalah ama temen kantor yang lain, bisa ngadu….
(Pernah gara-gara “payroll trouble maker” berulah, aku diomelin ama atasan aku, hu…hu…langsung deh aku cari “A Shoulder to Cry On”…)
- Saling jaga (saling mengawasi ya?…….)
- Lebih punya banyak waktu bersama, efektif full 24 jam.

Jadi menurut aku, pokoke enak deh satu kantor ama suami tercinta.

Bagaimana menurut kamu?

Lencana Facebook

Profil Facebook Amellia Budiman